Diduga Abaikan Kualitas, Gedung Kepemudaan Gunung Kaler Bocor Saat Hujan

Screenshot 20260122 101516 editor lite

KABUPATEN TANGERANG, SMID – Baru saja rampung pembangunannya, Gedung Kepemudaan Kecamatan Gunung Kaler kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, bangunan yang diharapkan menjadi pusat kreativitas pemuda tersebut justru dilaporkan mengalami kebocoran saat diguyur hujan, mengundang tanda tanya besar terkait kualitas pengerjaannya. Rabu (21/01/2026).

Video 📽 – Gedung Kepemudaan Kec. Gunung Kaler Saat Hujan (Dok- Istimewa / SMID)

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, mengingat proyek pembangunan gedung penunjang dan sarana prasarana kecamatan ini menelan biaya yang tidak sedikit.

Kritik Tajam dari Media Center Ketua Media Center Gunung Kaler, Sahadi, angkat bicara mengenai kondisi fasilitas publik tersebut. Ia menilai kerusakan dini ini merupakan indikasi kuat bahwa pihak pelaksana proyek diduga mengabaikan standar kualitas konstruksi demi mengejar target penyelesaian.

“Bangunan ini dibiayai oleh uang rakyat. Sangat ironis jika gedung yang baru saja diserahterimakan sudah bocor saat hujan turun. Kualitas pengerjaannya patut kita pertanyakan secara serius,” tegas Sahadi saat memberikan keterangan kepada awak media.

Detail Anggaran yang Fantastis Berdasarkan data pada papan informasi proyek, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Pembangunan Gedung Penunjang dan Sarana Prasarana Kecamatan. Proyek ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang dengan nilai kontrak mencapai Rp3.428.166.000,00. Pekerjaan ini diketahui dilaksanakan oleh CV. Gembong Putra Samudra.

Desakan Evaluasi dan Tanggung Jawab Melihat kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan, Sahadi mendesak instansi terkait—khususnya Dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Tangerang—untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengecekan fisik secara menyeluruh.

“Kami meminta evaluasi total terhadap pelaksana proyek. Harus dipastikan apakah spesifikasi teknis dan standar mutu sudah sesuai atau justru dikurangi. Jika ditemukan kelalaian, pihak pelaksana wajib bertanggung jawab penuh. Gedung ini aset masyarakat, jangan sampai dibiarkan rusak begitu saja,” tambahnya dengan nada tegas.

Belum Ada Klarifikasi Resmi Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana dari CV. Gembong Putra Samudra maupun perwakilan dinas terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab kebocoran maupun langkah perbaikan yang akan diambil.

Kini, masyarakat Gunung Kaler hanya bisa berharap agar Pemerintah Daerah segera bertindak tegas, sehingga gedung tersebut dapat berfungsi secara layak, aman, dan tahan lama sebagaimana mestinya.

(Admin-SMID)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Notifikasi untuk berita terbaru Ya Tidak,Terima Kasih