PAPUA PEGUNUNGAN, suaramediaa.id – Kepala Suku sekaligus pejuang Pepera Tolikara, Konstan Tabo, menggelar sosialisasi bertema “Masyarakat Adat Sebagai Penggerak Lumbung Desa untuk Pangan Berdaulat di Tanah Papua”. Kegiatan berlangsung di halaman rumahnya, Jalan Ifar Gunung, Kampung Ifar Gunung, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Minggu (20/9/2026) sore, dan diikuti sekitar 40 peserta.
Sosialisasi ini menyoroti peran masyarakat adat sebagai ujung tombak ketahanan pangan di kampung. Konstan Tabo menegaskan masyarakat Tolikara dikenal sebagai masyarakat pekerja, dengan pertanian dan perkebunan sebagai sumber bahan pangan utama.

“Wa..Wa..Wa..Syalom. Masyarakat Tolikara adalah masyarakat pekerja. Pertanian dan perkebunan adalah sumber bahan pangan utama. Masyarakat harus rajin berkebun dan menanam sayur mayur dan buah-buahan, sehingga bisa makan minum dengan baik dari hasil berkebun dan bertani,” ujarnya.
Ia berharap warganya lebih giat bercocok tanam, khususnya sayur mayur dan buah-buahan. Konstan Tabo juga mengingatkan warga agar tidak terpengaruh isu tidak baik dari luar yang dapat mengganggu keamanan daerah.
“Jangan terpengaruh dengan isu yang tidak baik dari luar. Mari kita sama-sama menjaga wilayah Tolikara tetap aman. Aktivitas masyarakat dalam bertani dan berjualan bisa tetap jalan baik dalam bingkai NKRI,” tegasnya.
Sosialisasi turut menghadirkan Staf Dinas Pertanian Kabupaten Tolikara, Binus Yigibalom. Ia menyampaikan terima kasih kepada Konstan Tabo yang telah mengundang pihaknya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Kampung Ifar Gunung.
“Sesuai program pemerintah tentang ketahanan pangan di setiap wilayah Indonesia, tidak terkecuali Kabupaten Tolikara, kami dari Dinas Pertanian Tolikara mengajak semua masyarakat adat untuk menggalakkan lagi sektor pertanian dan perkebunan,” kata Binus.
Menurutnya, setiap desa diharapkan dapat menjadi lumbung pangan, termasuk masyarakat Kampung Ifar Gunung, Distrik Karubaga. Ajakan ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang mendorong ketahanan pangan hingga tingkat wilayah.
Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin Pendeta Jemaat Gereja Ifar Gunung, Dimen Yikwa. Warga mulai berkumpul di halaman rumah Konstan Tabo, kemudian pembukaan resmi digelar tak lama berselang.
Penyampaian materi dari kedua tokoh berlangsung hingga acara rampung. Sepanjang kegiatan, suasana berjalan aman dan lancar, lalu ditutup dengan foto bersama dan penyerahan bantuan dari Konstan Tabo kepada masyarakatnya.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal mendorong warga Ifar Gunung mengoptimalkan lahan pekarangan dan kebun sebagai sumber pangan keluarga. Dinas Pertanian Kabupaten Tolikara membuka peluang pendampingan lanjutan bagi masyarakat adat yang hendak mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan di wilayah tersebut. (Humas/Red)
