JAKARTA, SUARAMEDIAA.ID – 6 Oktober 2026, Dunia hukum tidak hanya membutuhkan kecakapan intelektual dan keberanian dalam menghadapi persoalan, tetapi juga membutuhkan integritas, karakter serta kepedulian terhadap sesama. Nilai tersebut tercermin dalam sosok Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.MD., C.MDF., C.PFW., C.JKJ., C.FTAX, yang dipercaya menjalankan peran sebagai Dewan Pengawas Lembaga Bantuan Hukum Federasi Rakyat Indonesia (LBH FERADI).
Donny dikenal sebagai sosok yang memiliki karakter tegas dan lugas dalam menjalankan tanggung jawab di bidang hukum. Ketika berhadapan dengan persoalan yang menyangkut prinsip keadilan dan kepentingan masyarakat, ia menempatkan keberanian dan ketegasan sebagai bagian dari tanggung jawab profesi.
Namun, ketegasan tersebut bukan berarti menghilangkan sisi kemanusiaan.
Di balik karakter yang kuat, Donny juga dikenal memiliki perhatian terhadap sesama, senang berbagi dan memiliki semangat untuk memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
Tegas dalam Memperjuangkan Prinsip Keadilan
Sebagai Dewan Pengawas LBH FERADI, Donny menempatkan nilai keadilan dan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengabdian di bidang hukum.
Menurut pandangan yang disampaikan dalam berbagai kesempatan, hukum semestinya dapat memberikan perlindungan dan kepastian kepada masyarakat, termasuk mereka yang berada dalam posisi lemah dan membutuhkan pendampingan.
Ketegasan, dalam konteks tersebut, bukan sekadar keberanian untuk berhadapan dengan pihak lain. Ketegasan merupakan sikap untuk mempertahankan prinsip ketika nilai keadilan dan kepentingan masyarakat sedang diuji.
“Kita boleh tegas ketika berhadapan dengan ketidakadilan, tetapi ketegasan itu harus tetap memiliki batas-batas kemanusiaan.”
Prinsip tersebut menggambarkan upaya menempatkan perjuangan hukum dan nilai kemanusiaan dalam satu keseimbangan.
Di Balik Sosok Tegas, Ada Sisi Humanis
Karakter tegas yang melekat pada Donny tidak lantas membuatnya menjaga jarak dari masyarakat. Sebaliknya, perhatian terhadap orang lain menjadi salah satu sisi yang turut mewarnai kiprahnya.
Baginya, membantu sesama tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Memberikan waktu, ilmu, tenaga, perhatian, membuka akses serta memberikan kesempatan kepada orang lain juga merupakan bentuk pengabdian.
Nilai tersebut menjadi bagian dari semangat untuk terus menabur kebaikan tanpa selalu menghitung apa yang akan diperoleh sebagai balasan.
Kebaikan, dalam pandangannya, memiliki nilai ketika dilakukan dengan ketulusan.
Menjadikan Ilmu sebagai Bentuk Pengabdian
Latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki Donny menjadi bekal untuk melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
Gelar akademik maupun sertifikasi yang melekat pada namanya tidak hanya dipandang sebagai pencapaian personal, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk terus mengembangkan pengetahuan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Bagi Donny, ilmu akan memiliki nilai yang lebih besar ketika dapat digunakan untuk membantu orang lain.
Karena itu, pengabdian di bidang hukum tidak semata-mata dipandang sebagai profesi, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.
LBH FERADI dan Semangat Membantu Masyarakat
Sebagai bagian dari LBH FERADI, posisi Dewan Pengawas juga menuntut ketelitian, objektivitas dan tanggung jawab dalam mengawal nilai-nilai organisasi.
Donny memandang bahwa organisasi yang bergerak di bidang hukum perlu menjaga keseimbangan antara ketegasan dalam memperjuangkan kepentingan hukum dan kelembutan dalam memahami persoalan manusia.
Sebab, di balik setiap perkara hukum terdapat manusia, keluarga, harapan dan masa depan yang turut dipertaruhkan.
Persoalan hukum dengan demikian tidak hanya dapat dilihat dari sisi pasal dan prosedur, tetapi juga perlu dipahami dari perspektif kemanusiaan.
Keras terhadap Ketidakadilan, Tetap Mengedepankan Kemanusiaan
Sosok Adv. Donny Andretti pada akhirnya tidak hanya dapat dilihat dari gaya komunikasinya yang tegas atau lugas.
Kiprahnya menggambarkan karakter yang berusaha menempatkan keberanian dalam memperjuangkan keadilan sekaligus kepedulian terhadap sesama.
Tegas ketika prinsip keadilan harus dipertahankan.
Berani ketika hak masyarakat harus diperjuangkan.
Lugas ketika menghadapi persoalan hukum.
Namun tetap mengedepankan nilai kemanusiaan ketika berhadapan dengan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Bagi Donny, perjalanan hidup tidak semata-mata diukur dari jabatan, gelar ataupun pencapaian. Ada ukuran lain yang tidak kalah penting, yakni seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang terus dibangun.
“Kita tidak pernah tahu kebaikan kecil yang kita lakukan hari ini akan menjadi sebesar apa bagi kehidupan orang lain di kemudian hari.”
Bagi sosok yang dipercaya sebagai Dewan Pengawas LBH FERADI tersebut, ketegasan dan kemanusiaan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.
Keduanya dapat berjalan beriringan ketika perjuangan hukum dilandasi integritas, kepedulian dan niat untuk memberikan manfaat.
Tegas dalam prinsip.
Berani dalam perjuangan.
Humanis dalam pengabdian.
Dan terus menabur kebaikan.
(Tim/Red)
