JAKARTA, SUARAMEDIAA.ID – Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat Indonesia (GPPMI) menyatakan dukungan terhadap Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung stabilitas nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan GPPMI sebagai bentuk komitmen organisasi kepemudaan untuk ikut mendorong terciptanya kondisi sosial yang aman dan kondusif sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional dan pelaksanaan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri dan Wakapolri di Istana Negara, Jakarta, pada 1 Oktober 2026. Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan Polri.
Koordinator Nasional GPPMI, Jonatan Panjaitan, mengatakan stabilitas keamanan, profesionalitas aparat penegak hukum, serta pelayanan publik yang baik merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembangunan nasional.
“GPPMI mendukung Kapolri dan Wakapolri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung tercapainya agenda pembangunan nasional. Kami percaya Polri memiliki peran strategis dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Jonatan Panjaitan dalam keterangannya di Jakarta.
Menurut Jonatan, keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kepemudaan, masyarakat sipil, dunia usaha, dan masyarakat luas juga diperlukan.
Karena itu, GPPMI mendorong jajaran Polri untuk terus meningkatkan profesionalitas, integritas, transparansi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan prinsip “Polri Bersama Masyarakat”.
“Kami ingin Polri semakin dekat dengan masyarakat, semakin profesional dalam menjalankan kewenangannya, serta mampu memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
Pemuda siap menjadi mitra strategis
GPPMI menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan nasional.
Atas dasar itu, GPPMI menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, edukasi hukum, pemberdayaan pemuda, serta program yang mendorong meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan.
Jonatan menegaskan, dukungan GPPMI terhadap Polri bersifat konstruktif. Menurutnya, organisasi tetap membuka ruang bagi kritik dan masukan yang objektif sebagai bagian dari kontrol sosial masyarakat.
“Dukungan bukan berarti tanpa kritik. Kami akan tetap memberikan masukan yang konstruktif apabila diperlukan. Tujuan kami adalah bagaimana Indonesia semakin aman, maju, adil, dan sejahtera,” tegas Jonatan.
Ajak masyarakat jaga kondusivitas nasional
GPPMI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas nasional dengan menghindari provokasi, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan dialog dan semangat gotong royong.
Jonatan mengatakan pemuda harus mengambil peran positif dalam menjaga persatuan sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Mari kita kawal bersama program pemerintah dan agenda pembangunan nasional dengan tetap menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta mengedepankan kepentingan masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.
Pernyataan GPPMI tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen organisasi untuk berkontribusi dalam menciptakan ruang sosial yang kondusif bagi pembangunan nasional, sekaligus mendorong hubungan yang konstruktif antara masyarakat, pemuda, pemerintah, dan aparat penegak hukum.
(Tim/Red)
