RIYADH, suaramediaa.id – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan udara yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Kamis (8/10). Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan fasilitas penerbangan serta memakan korban jiwa dan luka-luka.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Tribun-Video.com, kelompok Houthi mengonfirmasi bahwa mereka menggunakan peluru kendali atau rudal balistik untuk menargetkan kawasan infrastruktur vital di ibu kota Arab Saudi tersebut.
Pilot Saudia Airlines Turut Menjadi Korban
Dampak dari serangan ini dirasakan langsung oleh dunia penerbangan kawasan. Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia Airlines, secara resmi mengonfirmasi kematian salah satu penerbang terbaiknya, yaitu Kapten Hamoud Ali Alkalthami. Sang pilot dilaporkan gugur saat menjalankan tugas ketika insiden serangan mendadak itu terjadi.
Selain jatuhnya korban jiwa dari pihak awak maskapai, Saudia Airlines juga membenarkan adanya kerusakan fisik yang dialami oleh salah satu armada pesawat mereka akibat hantaman proyektil dan serpihan ledakan di area apron bandara.
Dua Gelombang Serangan Hantam Fasilitas dan Pesawat
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation) mengonfirmasi bahwa serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi terjadi dalam dua gelombang terpisah.
Hantaman gelombang pertama difokuskan untuk merusak fasilitas umum dan bangunan di komplek bandara. Sementara itu, serangan gelombang kedua mengenai secara langsung sebuah pesawat komersial milik Saudia Airlines yang tengah berada di area landasan.
Rangkaian serangan dua gelombang ini mengakibatkan sedikitnya tiga orang warga negara Arab Saudi meninggal dunia, serta melukai sejumlah orang lainnya yang berada di lokasi kejadian. Seluruh korban luka dilaporkan telah dievakuasi ke fasilitas medis terdekat guna mendapatkan penanganan darurat.
Pasca-insiden tersebut, otoritas keamanan penerbangan Arab Saudi memperketat pengamanan di sekitar kawasan Bandara Internasional King Khalid guna mengantisipasi potensi serangan susulan serta melakukan penanganan pada area terdampak.
RH
Sumber : Tribunnews
