PAPUA SELATAN, suaramediaa.id – Keributan yang berujung kerusuhan dan kebakaran terjadi di Lapas Kelas IIB Merauke, Jalan Ermasu, Kelurahan Maro, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Jumat (9/10/2026) pukul 09.50 WIT. Kejadian tersebut diduga bermula dari penolakan sejumlah warga binaan terhadap pemeriksaan telepon genggam sebagai bagian dari penertiban penggunaan HP di dalam lapas.
Merespons kejadian tersebut, personel TNI dari Kodim 1707/Merauke, Polres Merauke dan Brimob, serta Damkar BPBD Pemda Kabupaten Merauke, Kodaeral XI/Merauke, Lanud J.A. Dimara Merauke bersama instansi terkait bergerak cepat melakukan pengamanan dan pemadaman api. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dan kendaraan tangki air dikerahkan, termasuk bantuan dari masyarakat. Berkat kerja sama seluruh pihak, api berhasil dipadamkan pada pukul 11.15 WIT.
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, S.H., LL.M bersama Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Prabowo, S.I.P. Wakapolres Merauke Kompol dr. Jerry Koagouw, Ketua DPRD, Kajari, Kalapas, dan pejabat terkait turut meninjau lokasi. Dalam kesempatan tersebut, Forkopimda menemui warga binaan untuk mendengarkan keluhan dan mengajak mereka menjaga keamanan serta menyelesaikan permasalahan melalui komunikasi yang baik. Pemda juga menyatakan siap mendukung upaya peningkatan kenyamanan warga binaan.
Akibat kejadian tersebut, Kantor Lapas Kelas IIB Merauke lantai satu dan dua hangus terbakar, pintu samping mengalami kerusakan, serta sejumlah komputer dan perlengkapan kantor turut terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp. 1 miliar, sementara korban personel dilaporkan nihil. Dari sekitar 564 warga binaan berdasarkan data laporan, 10 orang dilaporkan melarikan diri dan 1 orang telah diamankan kembali, sedangkan sembilan lainnya masih dalam pencarian.
Saat ini, aparat TNI-Polri masih melaksanakan pengamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mendukung proses pencarian warga binaan yang melarikan diri. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya sinergi TNI, Polri, Pemda, dan Masyarakat dalam menangani keadaan darurat, menjaga keamanan, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menyelesaikan permasalahan. (Humas/Red)
