Konflik Perbatasan Pecah Lagi, Kamboja dan Thailand Baku Tembak: Ratusan Warga Dievakuasi

Ketegangan kembali meningkat di perbatasan thailandkamboja setelah polisi thailand menembakkan gas air mata dan peluru karet k 1758120935388 169

Poto : (dok CNBC Indonesia

Suaramediaa.id – Ketegangan di perbatasan Kamboja dan Thailand kembali memanas setelah terjadi baku tembak yang intens, menyebabkan satu korban jiwa dan tiga orang luka-luka di tengah upaya gencatan senjata yang rentan. Menyusul insiden tersebut, otoritas Kamboja mengevakuasi ratusan penduduk dari desa-desa di sepanjang garis batas sengketa.

Sumber Video : TVOne

Laporan menunjukkan bahwa sekitar 250 keluarga dari desa Prey Chan, yang terletak di Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja, telah dipindahkan ke kuil Buddha yang berjarak aman dari lokasi konflik. Wilayah tersebut memang telah menjadi titik panas; desa yang sama pernah menjadi lokasi konfrontasi keras pada bulan September.

Gencatan Senjata Mediasi AS Kandas

Baku tembak pada hari Rabu terjadi hanya dua hari setelah seorang prajurit Thailand kehilangan kakinya akibat ledakan ranjau darat saat berpatroli di area perbatasan yang berbeda. Militer Thailand menyalahkan Kamboja atas ledakan tersebut dan segera mengumumkan penangguhan implementasi sebagian ketentuan gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Konflik ini berakar pada sengketa teritorial yang kompleks, yang telah memicu perang lima hari pada akhir Juli lalu dan merenggut nyawa puluhan tentara serta warga sipil. Meskipun gencatan senjata telah disepakati, implementasi perjanjian yang lebih rinci masih belum sepenuhnya berjalan.

Saling Tuding dan Permintaan Penyelidikan

Di tengah eskalasi, para pemimpin kedua negara melancarkan tuduhan serius:

  • Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menyerukan penyelidikan independen atas insiden baku tembak Rabu. Manet mengklaim bahwa pasukannya merespons “berbagai tindakan provokatif” yang dilakukan pasukan Thailand selama beberapa hari dengan tujuan memicu konfrontasi.
  • Mayor Jenderal Winthai Suvaree, juru bicara militer Thailand, membantah tuduhan Kamboja tersebut, menyatakan bahwa penembakan Kamboja dari wilayah sipil merupakan “penggunaan perisai manusia” dan melanggar prinsip kemanusiaan.

Pemerintah Thailand menuntut permintaan maaf resmi dari Kamboja atas insiden ranjau darat, mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh, dan implementasi langkah-langkah pencegahan di masa depan.

Sumber Video : CNN

Dalam upaya meredakan ketegangan, Kementerian Pertahanan Kamboja memimpin tim yang bertugas memantau gencatan senjata di perbatasan pada hari Kamis. Tim pengamat ini, yang juga mencakup pejabat dari ASEAN, menunjukkan adanya upaya diplomasi regional untuk mengawasi situasi dan mencegah konflik bersenjata yang lebih luas.


(RF)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Notifikasi untuk berita terbaru Ya Tidak,Terima Kasih