Misterius! Diduga Langgar KIP, Proyek SAB di Bojong Loa Kec. Cisoka Tuai Protes Warga - Suara Media

Misterius! Diduga Langgar KIP, Proyek SAB di Bojong Loa Kec. Cisoka Tuai Protes Warga

Kab. Tangerang – Suaramedia | Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Tangerang dan Pemenang tender diduga ada main mata, proyek siluman berjenis SAB muncul di Desa Bojongloa Kecamatan Cisoka, tanpa papan informasi dan K3 tidak lengkap,.

Proyek Sarana Air Bersih (SAB) yang berlokasi didepan Mushola Nurul Iman Kp. Cibugel RT 022/002 Desa Bojongloa Kec. Cisoka Kab. Tangerang-Banten yang saat ini sedang berjalan sekira 4 hari tanpa terpasang papan informasi publik (PIP), Sabtu (25/7/2026)

Siang.Pembangunan SAB yang sedang berjalan tidak terlihat adanya Papan Informasi Publik (PIP) sehingga kegiatan pengerjaan tersebut masyarakat tidak mengetahui anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan SAB tersebut dari mana dan besar anggaran berapa sehingga, diduga pembangunan SAB tersebut sangat misterius.

Seharusnya, sebelum pekerjaan dilakukan pihak pemenang tender harur menyiapkan Papan Informasi Publikk (PIP) agar masyarakat mengetahui sumber anggaran yang dikeluarkan dan dari mananya, sesuai UUD keterbukaan informasi publik (KIP) Nomor 14 tahun 2008 dan perpres Nomor 54 Tahun 2010 serta Nomor 70 tahun 2012 yang dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang Papan Nama Proyek.

Diungkapkan oleh salah satu pekerja terkait kelengkapan K3 seperti Helm, Rompi, sepatu boot, bahwa semua itu hanya sekedar simbol untuk pelaporan oleh R pelaksana proyek, saat ini pekerjaan dilakukan oleh 4 orang dan kelengkapan K3 disiapkan untuk 2 orang, dengan adanya hal seperti ini diduga pihak (R) seorang pelaksana dan pengawas dari dinas Perkim Kab Tangerang ada main mata untuk melancarkan aksinya membodoh bodohi pimpinan dari Dinas Perkim Kab Tangerang begitu juga pada masyarakat.

“Untuk pekerjaan udah 4 hari dan pelaksana Riki, ukuran bangunan Tinggi 4 meter ukuran bawah lantai 3 meter persegi, untuk pengawas dari dinas kami gak tau , nama CV nya juga gak tau kami taunya kerja dan pekerja semua orang tobat Balaraja, gak tau CV apa CV apanya yang penting kerja, orang dinas dan yang lainnya kami gak tau siapa siapanya,” Ungkap Salah satu pekerja.

Ia menambahkan, peralatan materialnya juga pakai semen lokal, semuanya hanya formalitas asal ada foto buat laporan, tanpa ada pengawasan yang maksimal.

“Semen yang di pakai merk jakarta terus ngambil corannya dari depan ke sini di pok karena jalan sempit dan jauh, Untuk safety helm, rompi, sepatu boot kadang kadang untuk foto doang di pake paling dikasi 2 pcs atau 1 pcs dipake juga untuk foto foto doang untuk laporan yang foto Riki pelaksananya, kita yang kerja ribet pake pake helm pas nungging juga helm nya jatuh, semen kemrin dikirim 40 sak, besi ada yang ukuran 16 untuk tiang untuk cakar ayam ukuran 320 meter Ukuran besi 16 SAB Ini berikut bor air cuma beda pekerja untuk bor air khusus pegawainya kalo kami khusus bagian bangunannya sebelum dikerjakan di bor dulu,” Tambahnya.

AS/Agi

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Notifikasi untuk berita terbaru Ya Tidak,Terima Kasih