TEHERAN, SUARAMEDIAA.id – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran kini berada dalam posisi yang lebih siap untuk menghadapi potensi konflik baru, menyusul perang 12 hari dengan Israel yang terjadi pada Juni lalu. Araghchi bahkan mengklaim bahwa dunia hanya menyaksikan sebagian kecil dari kekuatan militer Iran yang sesungguhnya selama konflik singkat tersebut.
Pernyataan tegas ini disampaikan Araghchi dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Al Jazeera Arabic yang disiarkan pada Sabtu (1/11/2025).
Perang 12 Hari Iran Vs Israel: Teheran sebut Baru “Pemanasan” Video Lansiran Kompas.tv (Melalui kanal YouTube)
Kekuatan yang Disembunyikan
Menurut Araghchi, selama perang Juni 2025, Iran tidak mengerahkan seluruh kemampuan tempurnya. Konflik tersebut, kata dia, justru menjadi semacam “pelajaran” berharga bagi Republik Islam itu.
“Dunia hanya menyaksikan sebagian kecil kekuatan Iran selama perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu,” ujar Araghchi, sebagaimana dikutip dari transkrip wawancara tersebut.
Araghchi mengklaim bahwa pasukan Iran berhasil merespons dengan segera serangan mendadak yang dilancarkan Israel pada hari pertama konflik. Ia menilai kecepatan dan efektivitas respons Iran menunjukkan tingkat kesiapan militer yang tinggi.
Bukti Kekuatan: Gencatan Senjata dari Trump
Lebih lanjut, Araghchi juga menyoroti permintaan gencatan senjata tanpa syarat yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sebagai bukti nyata bahwa Teheran jauh lebih kuat dari yang dibayangkan pihak Barat dan Israel.
“Gencatan senjata tanpa syarat yang diminta Trump menunjukkan Teheran jauh lebih kuat daripada yang mereka bayangkan,” tegas Araghchi.
Iran disebutnya telah mengambil banyak pelajaran penting dari perang tersebut, yang mencakup aspek politik, militer, dan ekonomi. Pengalaman ini diyakini akan memperkuat posisi Iran dalam menghadapi tantangan geopolitik ke depan.
[Video terkait: Abbas Araghchi Ungkap Kerusakan Fasilitas Nuklir Pasca-Serangan AS]
( RF)

