JAKARTA, SUARAMEDIAA.ID – Pimpinan Unit Kerja (PUK) Mikrotrans Jak Lingko Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan audiensi kedua yang digelar pada 8 Juni 2026 di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Ketua PUK Mikrotrans Jak Lingko, Afrizal, mengungkapkan adanya dugaan ketidaksesuaian dalam pembahasan yang berlangsung selama audiensi tersebut. Menurutnya, terdapat perbedaan keterangan yang disampaikan terkait biaya stikerisasi bodi unit Jak Lingko. Ia menyebut bahwa terdapat informasi mengenai besaran biaya yang berbeda-beda, mulai dari Rp3 juta hingga Rp6 juta per unit, termasuk pada kendaraan KWK yang disebut dikenakan biaya sebesar Rp6 juta.
Afrizal juga menyoroti jalannya audiensi ketika Ketua Pimpinan Daerah FSPTI DKI Jakarta, Ramoth Saut Sumihardo, menyampaikan pembukaan. Menurutnya, telah terjadi sanggahan sebelum penyampaian pembukaan tersebut selesai. Dalam kesempatan itu, pihak Corporate Secretary PT Transjakarta, Tjahyadi, disebut menyampaikan keberatan karena pembahasan dinilai terlalu mengarah pada persoalan personal direksi.
Selain itu, Afrizal menyampaikan kekecewaannya karena Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuda, tidak hadir dalam audiensi tersebut. PT Transjakarta diwakili oleh Pelaksana Tugas Direktur Operasional, Fadly Hasan. Menurut Afrizal, perwakilan yang hadir dinilai belum sepenuhnya menguasai materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Menutup keterangannya, Afrizal berharap DPRD DKI Jakarta dapat menelaah secara menyeluruh berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan Mikrotrans Jak Lingko. Ia juga berharap berbagai permasalahan yang selama ini menjadi perhatian pekerja dapat diperbaiki oleh PT Transjakarta demi terciptanya layanan Mikrotrans yang lebih baik.
Hingga berita ini disusun, pernyataan yang disampaikan merupakan pandangan dari pihak PUK Mikrotrans Jak Lingko FSPTI. Keterangan maupun tanggapan resmi dari PT Transjakarta dan pihak terkait lainnya masih diperlukan guna memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang mengenai permasalahan tersebut.
(Ard/Red)


