Tangerang, suaramediaa.id – Dugaan “jual beli jabatan”atau penyuapan untuk mendapatkan posisi empuk di lingkungan Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang menjadi sorotan tajam dari sejumlah aktivis juga para pengamat kebijakan publik. Puluhan aktivis dan Pengamat kebijakan publik yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Tangerang (AKTA), kaitan adanya dugaan suap serta ” jual beli jabatan”. pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) yang ada.
Koordinator AKTA, saat di temui beberapa rekan rekan media, di kediaman, Kp.Soka.Desa Cukanggalih Curug, Kabupaten Tangerang mengatakan, bahwa munculnya dugaan kuat praktik jual beli jabatan itu justru dari pengakuan sejumlah oknum ASN yang finansial nya terbilang lebih di sejumlah satuan kerja, terlihat sibuk mencari celah, tidak mengacu pada kompetensi serta di disiplin ilmu yang dimilikinya.
“Hasil kajian serta investigasi yang telah kita himpun, ada bukti pemberian sejumlah uang, atau buah tangan dengan jenisnya bervariatif, tentunya di sesuaikan dengan selera pejabat tinggi yang menjadi The decision maker untuk kepemimpinan di sejumlah OPD”, kata Ahmad Hardi.
Lebih lanjut Ahmad Hardi menjelaskan, para jaASN yang ber ambisi serta punya modal finansial yang cukup, jauh sebelum ada rotasi, mutasi dan promosi jabatan sudah disibukan dengan kunjungan ke kediaman beberapa petinggi. Dengn dalih silaturahmi.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang Beni Rahmat SH saat ditemui di Pendopo Bupati pekan lalu terkait hali itu, dirinya menjelaskan.
bahwa isu atau dugaan adanya suap jual beli jabatan di lingkaran OPD Kabupaten Tangerang tidak pernah terjadi, pihaknya juga membantah keras prihal muncul nya tersebut dan dugaan tersebut tidak benar.
“Tidak bisa begitu , bahwa dugaan tanpa ada dasar dan bukti, itu akan menjadi fitnah, jadi beberapa hal yang ada , silakan sampaikan, adukan dan laporkan kepada kami, kita akan proses selesai ketetapan hukum yang berlaku, andai itu benar adanya,, harus dilengkapi data dari sumber yang jelas dan terpercaya , kalau hanya sekedar dugaan , pembuktiannya mana, nanti hanya jadi fitnah, buktikan dong,” pungkasnya.
(Ard)
Editor: Ksh
