PAPUA, suaramediaa.id – Komitmen menjaga keseimbangan antara kesiapan tugas dan pembinaan mental spiritual terus ditunjukkan prajurit Yonif TP 860/NSK yang tengah melaksanakan penugasan di Kabupaten Waropen, Papua.
Pada Minggu pagi, prajurit Yonif TP 860/NSK yang beragama Nasrani melaksanakan ibadah bersama masyarakat di Gereja Jemaat Betania Waren, Kabupaten Waropen. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIT tersebut berlangsung penuh khidmat, damai, serta mempererat hubungan kekeluargaan antara prajurit TNI dan warga jemaat.
Ibadah dipimpin oleh Pendeta Martina Arwam dan diikuti oleh para prajurit bersama jemaat setempat dengan suasana penuh kekhusyukan. Momentum ini menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai keimanan sekaligus membangun kedekatan emosional antara aparat negara dan masyarakat.
Dalam rangkaian ibadah, seluruh jemaat memanjatkan doa bersama demi keselamatan bangsa, terciptanya kedamaian, serta kelancaran pelaksanaan tugas para prajurit yang sedang mengemban amanah menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara prajurit, Pendeta Martina Arwam, serta pengurus Gereja Jemaat Betania Waren sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan, mencerminkan harmonisasi yang terus terjalin antara TNI dan masyarakat di Kabupaten Waropen.
Kegiatan ibadah bersama ini juga menjadi bagian dari program Pembinaan Mental (Bintal) Yonif TP 860/NSK yang secara rutin dilaksanakan untuk menjaga moril, memperkuat kondisi psikologis, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan prajurit selama menjalankan tugas di daerah penugasan.
Selain memberikan ketenangan batin bagi personel, kehadiran prajurit di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan juga menjadi implementasi nyata Pembinaan Teritorial (Binter). Melalui interaksi yang hangat di rumah ibadah, hubungan silaturahmi semakin erat sehingga kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap terpelihara.
Yonif TP 860/NSK berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya membangun kebugaran spiritual, memperkuat kesiapan mental prajurit, serta menjaga sinergi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Waropen. (Humas/Red)
