SEMARANG, SUARAMEDIAA.ID – 22 Juli 2026, Ketua Umum FERADI WPI (Forum Era Adil Warung Paralegal Indonesia), Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.MD., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., membagikan kesaksian rohani yang menurut pengakuannya dialami pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Ia menyampaikan bahwa dirinya memperoleh penguatan batin melalui firman Tuhan dari Mazmur 91:7 setelah terbangun dari tidur usai mengalami mimpi yang menimbulkan rasa takut dan kegentaran.
Menurut Donny Andretti, mimpi tersebut tidak terlihat secara jelas, namun ia merasakan adanya kaitan dengan perkara yang saat ini sedang dihadapi FERADI WPI, khususnya pendampingan hukum terhadap Wakil Ketua Umum FERADI WPI, P. UUn, yang tengah diperjuangkan bersama.
Ia menuturkan bahwa sesaat setelah terbangun, berbagai pikiran, tekanan, dan rasa intimidasi sempat memenuhi batinnya. Namun, di tengah kondisi tersebut, hatinya terarah kepada Tuhan. Saat itu, sebuah firman Tuhan dari Mazmur 91:7 muncul dengan sangat kuat dalam pikirannya.
“Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.”
(Mazmur 91:7, Terjemahan Baru)
Merasa firman tersebut memiliki makna yang mendalam, Donny kemudian membuka aplikasi Alkitab di telepon genggamnya. Ketika membaca lebih lanjut, perhatiannya tertuju pada Mazmur 91:7-9, yang menurutnya menjadi rhema atau penguatan secara pribadi sekaligus bagi organisasi yang dipimpinnya.
“Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu.”
(Mazmur 91:7-9, Terjemahan Baru)
Dalam perenungannya, Donny menyampaikan bahwa firman tersebut diterimanya bukan hanya sebagai penguatan pribadi, melainkan juga sebagai penyemangat bagi seluruh keluarga besar FERADI WPI. Sebagai Ketua Umum, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk membagikan pengharapan kepada para pengurus dan anggota organisasi.
Ia berpesan agar setiap orang tidak hidup dalam ketakutan ketika menghadapi tekanan, ancaman, maupun persoalan hidup. Menurutnya, firman Tuhan mengajarkan bahwa perlindungan sejati berasal dari Tuhan bagi mereka yang menjadikan-Nya sebagai tempat perlindungan.
“Kita akan aman bukan karena kenalan kita, bukan karena jabatan kita, bukan karena uang kita, tetapi karena hati kita menjadikan TUHAN sebagai tempat perlindungan dan tempat persembunyian kita,” ujar Donny.
Donny juga mengingatkan bahwa pembalasan terhadap orang-orang fasik merupakan bagian Tuhan, bukan manusia. Oleh karena itu, ia mengajak setiap orang percaya untuk tetap hidup dalam kebenaran, menjaga iman, dan tidak mengandalkan kekuatan manusia, relasi, jabatan, maupun harta benda.
Ia berharap kesaksian yang dibagikannya dapat menjadi sumber penguatan bagi seluruh pengurus dan anggota FERADI WPI, serta masyarakat yang sedang menghadapi berbagai pergumulan hidup.
Di akhir pesannya, Donny mengajak seluruh keluarga besar FERADI WPI untuk terus berpegang pada janji Tuhan dalam Mazmur 91 serta percaya bahwa Tuhan akan menjaga, melindungi, dan menyertai setiap langkah orang yang berharap kepada-Nya.
“Semoga apa yang saya bagikan pagi ini menjadi kekuatan bagi kita semua. Apa pun yang sedang menggentarkan hidup Saudara hari ini, percayalah kepada Tuhan. Dia adalah tempat perlindungan kita,” tuturnya.
Mengakhiri penyampaiannya, Donny menyerukan semangat bagi organisasi yang dipimpinnya dengan pekikan:
“FERADI WPI JAYA… JAYA… JAYA!”
Catatan Redaksi: Pemberitaan ini memuat kesaksian dan pandangan pribadi narasumber mengenai pengalaman spiritual yang dialaminya. Sebagai media yang menjunjung prinsip keberimbangan, kami membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang berkepentingan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Penulis: David Tatto
