BONDOWOSO, SUARAMEDIAA.ID — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Paguyuban Sepeda Kuno Bondowoso (PASKOB) menggelar kegiatan bersepeda ontel bersama di kawasan Alun-Alun Bondowoso, Minggu (9/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara komunitas pecinta sepeda kuno itu untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sejak sekitar pukul 06.00 WIB, sejumlah anggota PASKOB terlihat berkumpul di sisi utara Alun-Alun Bondowoso dengan membawa sepeda pancal atau sepeda ontel. Sepeda yang kini semakin jarang dijumpai di tengah perkembangan teknologi dan kendaraan modern tersebut menjadi bagian dari kegiatan sekaligus sarana mempererat silaturahmi antaranggota.
Ketua PASKOB, Witono (67), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada para pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
«“Sebagai wujud rasa terima kasih kepada para pejuang di negeri tercinta ini, kami bersama teman-teman ingin menunjukkan rasa cinta kepada Merah Putih dan Negara Indonesia. Tentunya kita bangga dan terharu setiap tahun bila mengenang jasa para pahlawan kita. Karena beliau-beliau, kita bisa menghirup udara pagi dengan bebas dan merdeka sampai detik ini,” ujar Witono.»
Dari kawasan utara Alun-Alun Bondowoso, peserta kemudian bersepeda secara beriringan menuju sisi selatan alun-alun. Mereka selanjutnya berhenti di depan Monumen Gerbong Maut, salah satu monumen bersejarah yang menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan masyarakat Bondowoso pada masa penjajahan.
Di lokasi tersebut, para peserta memanjatkan doa bersama untuk para pejuang yang gugur dalam perjuangan melawan penjajahan. Doa tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan PASKOB sebagai bentuk penghormatan kepada para korban perjuangan.
Salah seorang peserta, Soedrajat atau yang akrab disapa Drajat Jaran, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengingat tragedi Gerbong Maut Bondowoso.
«“Kami lakukan ini sebagai wujud rasa terima kasih kepada pejuang yang wafat saat dibawa oleh penjajah dari Stasiun Kereta Api Bondowoso menuju Stasiun Semut di Surabaya. Mereka gugur di dalam gerbong kereta karena pengap, panas, serta sulit bernapas. Di tahun ini Indonesia sudah 81 tahun merdeka. Kami ingin bersyukur dan berterima kasih kepada semua pejuang dan pahlawan Indonesia yang telah gugur,” jelas Soedrajat.»
Menurutnya, kegiatan bersepeda bersama bukan hanya menjadi aktivitas komunitas, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga ingatan sejarah dan menumbuhkan rasa nasionalisme di tengah masyarakat.
PASKOB berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi pada tahun-tahun mendatang. Selain mempererat persaudaraan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana mengenalkan berbagai tempat bersejarah yang ada di Bondowoso.
“Kami para PASKOB berharap di tahun mendatang lebih banyak lagi yang hadir untuk melaksanakan kegiatan ngontel bareng, menjalin silaturahmi sambil mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Republik Tape, Bondowoso tercinta,” kata Witono.
Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana santai dan kebersamaan antaranggota PASKOB. Di tengah obrolan, Witono menikmati secangkir kopi hangat sembari melanjutkan bincang-bincang mengenai kegiatan komunitas dan harapan untuk kegiatan berikutnya.
(IQBAL)


