Masyarakat Adat Gollomi Bangun Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa Dari Lahan Sendiri - Suara Media
Headlines

Masyarakat Adat Gollomi Bangun Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa Dari Lahan Sendiri

PAPUA PEGUNUNGAN, Lanny Jaya — Semangat memperkuat ketahanan pangan tumbuh dari Kampung Gollomi, Distrik Wiringgambut, Kabupaten Lanny Jaya. Sekitar 40 masyarakat mengikuti diskusi adat tentang ketahanan pangan berbasis lumbung desa dalam rangka Hari Tani Nasional, Jumat (25/9/2026), sekaligus menerima bibit tanaman dan sembako untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Kegiatan yang dipimpin Kepala Suku Kampung Gollomi Mili Wenda tersebut mengangkat tema “Masyarakat Adat sebagai Penggerak Lumbung Desa untuk Pangan Berdaulat di Tanah Papua”. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kampung Gollomi Alus Kolari, Tokoh Adat Kampung Yakobak, Distrik Nogi, Lanny Jaya, Liminus Tabuni atau Sandro, Sekretaris Kampung Gollomi Arius Tabuni, serta masyarakat Kampung Gollomi.

Kepala Kampung Gollomi Alus Kolari mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Pusat dan Daerah bersama Korem 172/PWY serta Kodim 1713/Lanny Jaya dalam mendorong masyarakat adat menjadi penggerak lumbung desa untuk memperkuat ketahanan pangan di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Lanny Jaya.

“Semoga kegiatan yang kita lakukan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kampung Gollomi dalam bidang ketahanan pangan dan lahan perkebunan,” kata Alus Kolari. Ia juga berharap bibit yang dibagikan dapat dimanfaatkan masyarakat dan memberikan hasil panen yang baik.

Bibit yang dibagikan terdiri atas Terong Rimang, Wortel Royal Kuroda, Sawi Kumala, Jagung Manis F1, dan Cabe Rawit Juwita 25 F1. Selain bibit tanaman, masyarakat juga menerima sejumlah bahan kebutuhan pokok untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Kampung Gollomi Arius Tabuni menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Ia mengatakan bibit yang diterima akan dimanfaatkan untuk berkebun sesuai dengan tradisi masyarakat setempat.

“Sembako dan bibit tumbuhan yang telah disiapkan dan dibagikan akan kami terima dengan baik, dan bibit tanaman akan langsung kami lakukan penanaman dengan cara berkebun sesuai dengan tradisi kami,” ujar Arius.

Sementara itu, Tokoh Adat Kampung Yakobak Liminus Tabuni atau Sandro menilai pertanian dan perkebunan merupakan salah satu bentuk ketahanan pangan sekaligus kemandirian masyarakat dalam memperoleh bahan makanan dari kebun sendiri. Menurutnya, sebagian masyarakat memiliki lahan perkebunan yang besar, tetapi terkendala ketersediaan bibit tanaman.

“Terkadang masyarakat memiliki lahan perkebunan yang besar namun tidak adanya bibit tanaman sehingga lahan perkebunan yang telah digarap tidak dimanfaatkan secara baik,” tutur Liminus.

Harapan masyarakat kemudian mengemuka dalam sesi diskusi. Mereka berharap kegiatan pembagian bibit tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat terus berlangsung sehingga kebutuhan bibit tanaman untuk kebun masyarakat dapat terpenuhi. Masyarakat juga berharap kelompok tani dapat turut memberikan edukasi mengenai pemanfaatan hasil pertanian, termasuk apabila hasil panen nantinya dapat dijual.

Menanggapi hal tersebut, disampaikan bahwa masyarakat yang membutuhkan tambahan bibit akan didata sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan ketersediaan bibit yang ada. Apabila terdapat kesempatan pada kegiatan berikutnya, kelompok tani lainnya juga diharapkan dapat dilibatkan dalam diskusi untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman dan sembako kepada masyarakat oleh Mili Wenda didampingi para tokoh kampung dan tokoh adat. Bagi masyarakat Gollomi, pembagian bibit menjadi langkah awal yang diharapkan dapat berlanjut dengan dukungan dan perhatian terhadap kebutuhan pertanian, sehingga lahan yang telah mereka miliki dapat terus dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan bagi keluarga dan masyarakat.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Notifikasi untuk berita terbaru Ya Tidak,Terima Kasih