The Dragon of FERADI WPI: Waketum Yulianto Kiswocahyono, Tegas Membela Hukum dan Peduli kepada Masyarakat - Suara Media
Headlines

The Dragon of FERADI WPI: Waketum Yulianto Kiswocahyono, Tegas Membela Hukum dan Peduli kepada Masyarakat

SURABAYA, SUARAMEDIAA.ID – Nama Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.H., S.E., BKP., menjadi salah satu figur yang mendapat perhatian di lingkungan Forum Era Adil Warung Paralegal Indonesia (FERADI WPI). Menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FERADI WPI sekaligus Ketua DPC FERADI WPI Sidoarjo, ia dikenal melalui kiprahnya dalam pengembangan organisasi, pendampingan hukum, dan pemberian bantuan hukum secara cuma-cuma kepada masyarakat kurang mampu.

Julukan The Dragon of FERADI WPI disematkan kepadanya sebagai simbol ketegasan, keberanian, dan semangat juang dalam menjalankan tanggung jawab organisasi maupun profesinya sebagai praktisi hukum.

Jabatan Wakil Ketua Umum di tingkat DPP merupakan amanah yang menuntut kapasitas kepemimpinan, loyalitas, serta kemampuan membangun koordinasi organisasi. Di tengah tanggung jawab tersebut, Yulianto juga terus mengembangkan kapasitas akademiknya. Saat ini, ia tengah menyelesaikan pendidikan magister hukum (S-2) dan memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor hukum.

Perkuat konsolidasi dan soliditas organisasi

Salah satu kiprah Yulianto dalam kegiatan organisasi terlihat ketika menyelenggarakan gathering bersama Ketua Umum FERADI WPI di Resto Ikan Bakar Cianjur, Surabaya.

Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus memperkuat komunikasi dan soliditas internal organisasi. Gathering itu juga dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi untuk membangun kebersamaan dan menyelaraskan semangat pengabdian di lingkungan FERADI WPI.

Dalam organisasi, kepemimpinan tidak hanya diukur dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari kemampuan menggerakkan anggota, membangun kerja sama, dan menerjemahkan visi menjadi kegiatan yang bermanfaat.

Sebagai Ketua DPC FERADI WPI Sidoarjo, Yulianto berupaya membangun struktur organisasi yang aktif, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan anggota maupun masyarakat.

Menurut keterangan internal organisasi, DPC FERADI WPI Sidoarjo termasuk jajaran yang aktif menyelenggarakan kegiatan bantuan hukum pro bono bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pendampingan hukum.

Dalam hitungan bulan, anggota mengikuti penyumpahan advokat

Salah satu capaian yang disoroti adalah keberhasilan Yulianto mengantarkan anggota FERADI WPI mengikuti proses penyumpahan advokat di Pengadilan Tinggi Surabaya dalam beberapa bulan sejak dirinya menjabat sebagai Ketua DPC FERADI WPI Sidoarjo.

Penyumpahan advokat merupakan tahapan penting dalam perjalanan profesional seorang advokat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum.

Capaian ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pembinaan anggota, koordinasi organisasi, serta pendampingan terhadap mereka yang tengah mempersiapkan diri menjalani profesi advokat.

Bantuan hukum pro bono menjadi bagian dari pengabdian

Di luar aktivitas struktural organisasi, Yulianto juga disebut aktif memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma atau pro bono kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap keadilan, terutama bagi mereka yang membutuhkan pendampingan dalam menghadapi persoalan hukum tetapi terkendala kemampuan finansial.

Rekam jejak penanganan perkara yang dikaitkan dengan kiprahnya mencakup sejumlah bidang, mulai dari perkara narkotika, pendampingan terhadap pihak yang mengaku menjadi korban kriminalisasi, sengketa bisnis, sengketa penguasaan lahan, perkara waris, hingga perselisihan ketenagakerjaan.

Perkara-perkara tersebut memiliki karakteristik dan kompleksitas yang berbeda sehingga membutuhkan analisis hukum, penyusunan strategi, serta pemahaman terhadap ketentuan yang berlaku.

Dalam menjalankan profesinya, bantuan hukum kepada masyarakat menjadi salah satu aspek pengabdian yang ingin terus dikembangkan, sejalan dengan semangat organisasi untuk memperluas akses terhadap keadilan.

Donny Andretti: Kepemimpinan harus disertai keteladanan

Ketua Umum DPP FERADI WPI, Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.MD., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., memberikan pandangannya mengenai karakter dan perjalanan Yulianto dalam organisasi.

Menurut Donny, Yulianto merupakan sosok yang memiliki semangat juang, loyalitas, dan kemauan untuk terus berkembang dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

“Saya melihat Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.H., S.E., BKP., sebagai pribadi yang tidak pernah menyerah pada keadaan. Beliau adalah simbol keberanian untuk keluar dari ‘sangkar’ keterbatasan dan membuktikan bahwa dengan kerja keras, integritas, dan ketulusan, seseorang dapat menjelma menjadi ‘rajawali’ yang terbang tinggi,” ujar Donny Andretti.

Ia menambahkan, kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan, tetapi juga menyangkut keteladanan, kepedulian, dan keberanian mengambil tanggung jawab.

“Kepemimpinan beliau bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang keteladanan dan keberanian mengambil tanggung jawab,” lanjutnya.

Donny juga menggambarkan Yulianto sebagai sosok yang berupaya memadukan ketegasan dalam prinsip dengan pendekatan humanis dalam menghadapi dinamika organisasi.

Perumpamaan keluar dari sangkar dan tumbuh menjadi rajawali menjadi simbol perjalanan seseorang yang berani meninggalkan zona nyaman, menghadapi tantangan, serta terus meningkatkan kapasitas dirinya.

Mengakui peran Ketua Umum dalam perjalanan kariernya

Di sisi lain, Yulianto menekankan pentingnya loyalitas, pembelajaran, dan komitmen terhadap organisasi. Ia mengakui bahwa proses pembinaan yang diterimanya dari Ketua Umum FERADI WPI turut membentuk cara berpikir dan strategi yang diterapkan dalam menangani persoalan hukum.

“Saya berterima kasih karena selama ini digembleng langsung oleh Pak Ketum Adv. Donny Andretti. Keberanian dan strategi yang saya terapkan adalah hasil dari pembelajaran dan kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan organisasi,” ungkap Yulianto.

Pernyataan tersebut menggambarkan pandangannya bahwa pengembangan kapasitas seorang praktisi hukum tidak terlepas dari proses belajar, pengalaman, dan bimbingan.

Bagi Yulianto, jabatan organisasi juga merupakan ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih luas bagi anggota dan masyarakat.

Perjalanan menuju cita-cita doktor hukum

Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua Umum DPP FERADI WPI dan Ketua DPC FERADI WPI Sidoarjo, Yulianto masih berupaya menyelesaikan pendidikan magister hukum.

Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat doktoral menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas akademik menjadi salah satu target yang ingin dicapainya.

Bagi seorang praktisi hukum, pendidikan berkelanjutan dapat menjadi bekal untuk memperdalam pemahaman terhadap perkembangan hukum, memperkuat argumentasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, perjalanan karier dan pendidikannya menjadi dua aspek yang berjalan beriringan dalam upaya mengembangkan profesionalisme.

Semboyan pengabdian untuk FERADI WPI

Dalam berbagai kesempatan ketika mengunjungi jajaran DPD dan DPC FERADI WPI di berbagai wilayah Indonesia, Yulianto senantiasa menekankan pentingnya memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.

Semboyan yang dipegangnya berbunyi:

“Bukan apa yang bisa organisasi ku berikan padaku, akan tetapi apa yang bisa aku persembahkan untuk memajukan Organisasiku tercinta FERADI WPI.”

Semboyan tersebut menempatkan pengabdian sebagai bagian penting dari tanggung jawab seorang pengurus. Organisasi, menurut semangat yang disampaikan Yulianto, tidak hanya menjadi tempat memperoleh kedudukan, tetapi juga ruang untuk bekerja, membangun solidaritas, dan memberikan manfaat.

Bagi FERADI WPI, peran Wakil Ketua Umum bersama seluruh jajaran kepengurusan diharapkan dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan profesionalisme, dan mendorong kegiatan bantuan hukum yang berkelanjutan.

Julukan The Dragon of FERADI WPI pun menjadi identitas yang merepresentasikan semangat juang dan ketegasan Yulianto dalam menjalankan amanah. Namun, kontribusi seorang pemimpin pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh julukan, melainkan oleh konsistensi kerja, integritas, dan manfaat nyata yang dapat dirasakan anggota organisasi maupun masyarakat.

Dengan tanggung jawab organisasi yang terus berjalan, aktivitas pendampingan hukum, serta cita-cita meraih gelar doktor hukum, perjalanan Yulianto menjadi bagian dari dinamika pengembangan sumber daya manusia di lingkungan FERADI WPI.

Catatan Redaksi:

Redaksi SUARAMEDIAA.ID membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi pihak-pihak yang berkepentingan sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Notifikasi untuk berita terbaru Ya Tidak,Terima Kasih