PAPUA TENGAH, Timika – Kalau dengar kata Papua, yang kebayang pasti RajaAmpat dan Burung Cenderawasih.
Padahal, tanah Timika juga nyimpan harta karun lain: batu alam yang cantiknya nggakmain-main. Batu inilah yang sekarang disulap ibu-ibu Persit Kodim 1710/Mimika jadi perhiasan lewat UMKM Amor. Bulan Mei ini, kilau batu Papua siap dibawa Amor ke Jakarta dalam ajang nasional “Persit Bisa”.
Papua punya banyak jenis batuan unik. Yang paling diburu dari Timika adalah Pyrite, si “Emasnya Timika”. Warnanya kuning keemasan, bentuknya kubus alami. Masyarakat Papua percaya Pyrite pembawa rezeki dan penangkal energi negatif. Selain pyrite, ada juga batu akik Papua hijau kebiruan yang makin kinclong kalau sering dipakai, obsidian hitam mengkilap dari lava gunung, dan oval Papua yang bisa munculin warna pelangi kalau kena cahaya.
Batu-batu itu nggak dibiarkan mentah. Di tangan ibu-ibu Persit KCK Cabang XXXV Kodim 1710, pyrite dipoles, dirakit, dan dikasih sentuhan modern. Jadilah kalung, gelang, bros, sampai gantungan kunci yang siap dipamerkan di “Persit Bisa” Jakarta. Semua handmade, semua ada ceritanya. “Tiap produk Amor itu ada doa mama-mama Papua dan keringat ibu Persit,” kata Ny. Agustinus Raharusun, salah satu pengrajin Amor.
Sudah 2 bulan tim Amor kerja keras. Ny. Heli Sukmajaya bagian poles batu sampai kinclong, Ny. Indra Rukmanabikin desain khusus, Ny. Wardoyo Nopa dan Ny. Agustinus Raharusun jadi QC biar kualitas nggak main-main. Total 300 produk udah dikemas rapi. Targetnya bukan cuma pameran, tapi buka pasar baru biar ekonomi keluarga prajurit makin kuat.
Lewat “Persit Bisa”, UMKM Amor nggak cuma perhiasan. Mereka bawa nama Timika, bawa cerita Papua, dan buktiin kalau ibu-ibu di ujung Timur Indonesia juga bisa bersaing. Jadi kalau mampir ke stan Amor di Jakarta nanti, jangan lupa beli 1 gelang ya. Itu artinya ikut sejahterakan keluarga prajurit Kodim 1710. (Humas/Red)

