CIREBON, SUARAMEDIAA.ID – 17 Agustus 2026, Sosok Tita Mulya Permata Sari terus menunjukkan kiprahnya dalam organisasi dan kegiatan bantuan hukum. Selain dipercaya menjabat sebagai Kepala Divisi Komunikasi DPP FERADI WPI, Tita juga mengemban amanah sebagai Ketua PBH (Pemberi Bantuan Hukum) FERADI WPI Area Cirebon 1.
Di tengah kesibukannya dalam menjalankan tugas organisasi, Tita saat ini masih menempuh pendidikan hukum dan memiliki rencana untuk melanjutkan kiprahnya sebagai lawyer profesional.
Dalam aktivitasnya, Tita juga bekerja sebagai asisten Advokat Senior Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan kapasitasnya di bidang hukum.
Konsisten Mendorong Akses Keadilan
Sebagai Ketua PBH FERADI WPI Area Cirebon 1, Tita disebut aktif dalam berbagai kegiatan pemberian bantuan hukum, termasuk pendampingan secara cuma-cuma atau pro bono bagi masyarakat yang membutuhkan dan memiliki keterbatasan ekonomi.
Komitmen tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap akses masyarakat terhadap keadilan. Bantuan hukum pro bono juga dinilai penting agar masyarakat yang menghadapi persoalan hukum tidak merasa sendirian hanya karena keterbatasan kemampuan ekonomi.
Dalam menjalankan tugasnya, Tita dikenal memiliki karakter kepemimpinan yang tegas dalam prinsip, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Ketegasan tersebut berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan anggota organisasi.
Berbagai kegiatan bantuan hukum yang dijalankan PBH FERADI WPI Area Cirebon 1 menjadi bagian dari upaya organisasi untuk hadir di tengah masyarakat.
Donny Andretti: Sosok Pemimpin Perempuan yang Memiliki Daya Juang
Ketua Umum FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, menilai Tita Mulya Permata Sari merupakan sosok perempuan yang memiliki keberanian, keteguhan, dan daya juang dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
“Saya melihat Ibu Tita Mulya Permata Sari sebagai pribadi yang tidak pernah menyerah pada keadaan. Beliau adalah simbol keberanian untuk keluar dari ‘sangkar’ keterbatasan dan membuktikan bahwa dengan kerja keras, integritas, dan ketulusan, seseorang dapat menjelma menjadi ‘rajawali’ yang terbang tinggi. Kepemimpinan beliau bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang keteladanan dan keberanian mengambil tanggung jawab,” ujar Donny Andretti.
Menurut Donny, Tita juga memiliki kemampuan untuk menjadi penyeimbang sekaligus penggerak dalam dinamika organisasi.
“Beliau memiliki karakter kepemimpinan yang tegas namun humanis. Dalam setiap dinamika organisasi, beliau mampu menjadi penyeimbang, penggerak, sekaligus penguat moral anggota. Ketegasan dalam prinsip berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama,” lanjutnya.
Dari Keterbatasan Menuju Pengabdian
Perjalanan Tita dalam organisasi digambarkan sebagai proses keluar dari “sangkar” keterbatasan menuju ruang yang lebih luas untuk berkembang dan mengabdi.
Ibarat seekor rajawali yang terbang bebas, semangat tersebut menjadi simbol keberanian untuk menghadapi tantangan, meninggalkan zona nyaman, serta terus meningkatkan kapasitas diri.
Bagi Tita, kiprah di bidang bantuan hukum bukan semata-mata tentang posisi atau jabatan organisasi. Pemberian bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan menjadi bagian dari pengabdian dan kepedulian terhadap akses keadilan.
Dengan pengalaman organisasi, proses pendidikan hukum, serta keterlibatan dalam kegiatan pendampingan hukum, Tita diharapkan terus mengembangkan kapasitas profesionalnya sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Catatan Redaksi: Sebagai media yang independen dan berimbang, redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.


